
Lesung pipinya yang mengembang saat tersenyum menambah cantik wajah Dalia Mogahed. Perempuan kelahiran Mesir yang hijrah bersama keluarganya ke AS hampir 30 tahun lalu adalah muslimah AS pertama yang menduduki posisi penting di Gedung Putih.
Maret lalu, Presiden AS Barack Obama, menandatangani pembentukan sebuah lembaga baru dalam pemerintahannya yang diberi nama Office of Religius Partnership "Kantor Kerjasama Keagamaan".
Pembentukan lembaga ini untuk membantu institusi-institusi keagamaan dan memperkuat dialog antar penganut agama dengan pemerintah, demi kemajuan bersama.
Kantor yang beranggotakan 25 orang dari perwakilan seluruh agama dan kelompok sekular, bertugas memberikan laporan pada presiden tentang peran agama yang bisa dimainkan untuk memecahkan problem-problem sosial dan menyikapi isu-isu hak warga sipil.
Sementara perwakilan dari agama Islam, Dalia lah yang dipercaya menjabat posisi tersebut. Perempuan yang juga menjabat sebagai direktur eksekutif Gallup American Center for Muslim Studies, sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dalam bidang riset dan analisis data tentang pandangan-pandangan muslim di seluruh dunia, akan memberikan masukan dan pendapatnya langsung pada Obama.
Terutama mengenai harapan dan keinginan umat Islam kepada AS. Sehingga dapat menjalin komunikasi dengan baik, yang dapat meluruskan pandangan-pandangan keliru terhadap muslim yang diidentikan dengan ekstrimis dan teroris.
Sebagai perempuan berjilbab pertama di Gedung Putih, Dalia mengakui bahwa dalam proses penasehat pemerintah, Obama tidak hanya ingin mendengar informasi-informasi secara global.
"Tidak sebatas legal atau ilegal penggunaan jilbab di AS. Lebih dari itu pemerintahan Obama ingin mendengar nasehat dan masukan tentang bagaimana melibatkan seluruh masyarakat dalam isu sehari-hari," imbuhnya.
Meski terbilang cukup berat, Dalia merasa senang dan bangga atas penghormatan yang diberikan pemerintah Barack Obama. Menurutnya, Inilah waktunya untuk mengabdi kepada negara setelah pengabdiannya pada agama seperti yang dikatakan dihadapan anggota senat dan lembaga-lembaga think-tank yang hadir dalam pertemuan yang digelar oleh Congressional Muslims Staffers Association.
Jihad Saleh Williams dari Congressional Muslim Staffers Association menilai positif penunjukan Dalia Mogahed sebagai penasehat pemerintahan Barack Obama, mengingat makin meningkatnya Islamofobia di kalangan media dan akademisi di AS.
Lebih dari itu, Dalia Mogahed adalah orang yang sangat tepat menduduki posisi tersebut. “Sebagai peneliti senior yang memimpin langsung riset-riset tentang opini publik muslim di seluruh dunia, ia paham betul dengan komunitas muslim dan apa yang ia katakan berdasarkan hasil risetnya di Gallup," ujar Williams.
Selama ini hasil penelitiannya sering dikutip media massa ternama di AS seperti the Wall Street Journal, majalah Foreign Police dan Middle East Policy and the Harvard International Review.
Bahkan baru-baru ini, Dalia Mogahed meluncurkan buku berjudul “Who speaks for Islam? What a Billion Muslims Really Think", yang diterjemahkan oleh John L. Esposito guru besar ilmu politik Amerika, menjadi "Saatnya Muslim Bicara".
Prestasi Dalia Mogahed sebagai muslimah AS pertama yang ditunjuk sebagai penasehat pemerintahan juga membuka kesempatan bagi muslim lainnya.
"Muslim AS harus kreatif dengan ide-idenya dan selayaknya berpartisipasi dalam mencari solusi bagi persoalan-persoalan negaranya, dan yang lebih penting mereka diberi kesempatan untuk melakukan itu semua," tukas Dalia Mogahed.
SEL dari berbagai sumber
22 Jun 2009
Dalia Mogahed, Muslimah Pertama di Gedung Putih
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar